“Pengalaman Emas yang Menanamkan Jiwa Keemasan”


Motivasi menjadi sumber energi kekuatan yang sungguh luar biasa, dan itu ternyata memberikan stimulus otak dan badan buat mengerakkannya setelah mungkin lama tertidur dalam kemalasan, kebosanan, atau suasana tidak semangat. Inilah berbagai warna yang kadang tumbuh di sekitar kehidupan kita. Ada banyak bentuk pendobrak motivasi biar tidak terus layu, seperti ada yang mengikuti acara motivator handal dan terkenal, padahal mungkin dari mereka belum pernah merasakan kekuatan energi dari sebuah pengalaman berharga dari pengalaman emas kehidupan yang membuat dia termotivasi. Biasanya yang di ceritakan oleh motivator adalah pengalaman orang sukses yang telah hebat dan terkenal, nah itu dia !!sebuah pengalaman berharga  yang ternyata membentuk sebuah karakter dan motivasi tentunya dari orang yang mengalaminya, buatku itu baru terasa sengatan energi yang membuatku semangat dan motivasi yang sungguh mujarab.

Tatkala badan terasa penuh dengan beban yang membuat berat untuk melangkah, terbesit sebuah cerita dari orang yang sudah memberikan cambukan semangat kehidupan yang berharga. Dia telah banyak cerita dari pengalaman untuk bertahan hidup membesarkan, menyehatkan, dan membesarkanku. Rasanya itulah suntikan motivasi yang sangat hebat dari seorang motivator handal sekalipun. Pahitnya kehidupan perna beliau alami, tentunya dengan beban mendidikku. Cerita pahit telah membuatnya kuat tidak menyerah..”apa aku dan keluargaku selamanya tetap kaya’ begini tidak punya terus….” Ucapan beliau yang di ceritakan ke aku. Bagiku itu kata yang telah membuat beliau tidak kalah dengan keadaan, tapi harus berjuang untuk terus berubah. Ada juga cerita dari beliau pernah ngasih makan anak2nya dengan ikan asin tanpa di goreng melainkan di tanak di masukkan saat masak nasi, beliau lakukan karena tidak bisa membeli minyak goreng untuk menggoreng ikan asin. Sering dia ceritakan itu buatku, mungkin beliau berharap agar gak gampang menyerah pada keadaan. selalu meneteskan air mata saat beliau cerita itu.

Memang benar kehidupan bisa berputar yang dulu di bawah, pasti bisa di atas tentu tidak kalah pada keadaan. Dengan niatan mau berubah dari kata beliau untuk tidak selamanya tetap tidak punya, ternyata memberikkan dorongan motivasi. Cerita-cerita dari orang yang dekat dengan kita merupakan ilmu berharga melawan keadaan, dan melawan kesulitan kehidupan. Kini beliau bangga dengan apa yang dilakukannya sampai saat ni, sebuah perjuangan penuh makna yang terus di ceritakan biar terus tumbuh motivasi dan tidak gampang menyerah pada keadaan yang mungkin akan di alami setiap tahapan kehidupan.

Buat seorang hebat dan motivator handal… “ibu…”

“KU DAPAT ILMU KEIKHLASAN DARI UNIVERSITAS KESULITAN”


Pengalaman pahit dan kesulitan ternyata jadi modal berharga untuk jadi lebih tegar dan tegap dalam melangkah. Dalam keseharian banyak di jumpa orang dengan harta berkecukupan masih belum merasa ikhlas dan syukur mendapat kekayaan yang sungguh berkecukupan, tiap hari kerjanya Cuma mengeluh bahwa hartanya masih kurang banyak dan harus lebih banyak, saya mendapat kutipan sebuah cerita penuh makna dari seorang kakek tua yang terus-menerus mengeluh tidak dapat membeli sepatu, karena sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore di berjalan keluar untuk jalan-jalan sore tiba-tiba kakek tua itu melihat ada seseorang di pinggir jalan yang tidak mempunyai kaki tapi tetap tersenyum ceria menunjukkan wajah kebahagiaan. Saat itu juga kakek tadi merenung dan menangis bahwa ternyata dia masih lebih punya harta berharga sepasang kaki yang membuat kakek tua itu bebas berlari, akhirnya dia tidak mengeluh lagi.

Sekelumit cerita pendek penuh makna tadi, membuat aku juga pingin meneteskan air mata ternyata harus ada rasa keikhlasan pada setiap yang aku punya sekarang walaupun telah lepas dan hilang. Pernah aku mengalami ketidak ikhlasan hati dan batin untuk terus mengeluh dan mengeluh pada apa yang terjadi padaku. Di dalam setiap doaku aku selalu mengeluh pada tuhan, pantaskah aku mengeluh pada setiap doa-doaku?karena ternyata banyak nikmat yang aku alami bisa bernafas dengan nikmat, berjalan dengan nikmat, bia makan dengan nikmat…kenapa masih saja aku mengeluh dalam setiap doa-doaku.

Ketidakikhlasan dan tidak bersyukurnya kita, ternyata timbul dari sikap kita yang sering membandingkan dengan mendongak ke atas pada orang yang lebih hebat dari kita, mengapa mereka lebih beruntung dari aku, dia kaya, dia tampan, dia cantik, dan dia lebih semuanya dari aku. Itu yang membuat orang jadi terus mengeluh , padahal di dalam hati pasti ada rasa keikhlasan kalo mampu mengendalikan hati dan nafsu atas apa yang di dapat. Ternyata benar kadang kesulitan di anugerahkan ke kita sebagai universitas besar kehidupan yang mengajarkan bagaimana menerimah kesulitan sebagai tempat untuk aku tersenyum pada pencipta, ternyata aku masih di beri buku tebal ilmu kehidupan yang berharga. Ilmu yang tidak di ajarkan di universitas formal, lembaga sekolah, tetapi muncul dalam setiap segi kehidupan. Indah memang hidup dengan senyuman keikhlasan dan Allah tentunya akan lebih tersenyum melihat hambanya yang tau maksud dari sebuah kesulitan..selalu berterima kasih pada Allah, terima kasih pada nabi Muhammad, dan terima kasih pada sebuah pelajaran kehidupan yang muuncul dari namanya kesulitan.

Rifqi………..
Lagi menatap langit….melihat pohon…..melihat hewan, melihat orang yang sedang melangkah dengan semangat…mereka pasti selalu berterima kasih atas apa yang saat ini di dapat dan di miliki…

Berkata-kata Indah


Dapat sebuah cerita dari seorang sahabat, tentang “kata-kata yang keluar dari mulutku dan yang sering aku tuliskan ternyata pedas dan kasar” katanya. Sebuah kritik yang aku harus terima sebagai pelajaran berharga bagi perbaikan diri. Bicara tentang rangkaian kata memang dapat bermakna indah dan juga buruk bagi yang mendengar dan membacanya. Memang sudah berapa milyar kata telah aku ucapkan dan tuliskan, tentunya ada banyak kata-kata yang tidak enak di dengar telinga dan di baca. Ada kata-kata kotor, marah, benci, yang perna di dengar dari mulutku kepada orang yang aku ajak bicara.

Inginku menjadi pujangga yang puitis yang ucapanya dan tulisannya nikmat di dengar atau kata-katannya seperti seorang ustadz yang menenangkan di dengar oleh jamaahnya, tapi mungkin rasanya aku perlu belajar banyak dari para pujangga dan ustadz bagaimana indahnya sebuah kata-kata jika pandai merangkainya. Biar setiap kata yang aku ucapkan dan tuliskan bisa membuat orang tersenyum, bukan membenciku atau malah memusuhiku. Karena saat ini rangkaian kata-kataku sangat buruk seperti orang kalau lagi marah-marah mimik wajah sambil tersenyum nanti tidak akan kesampai nilai marahnya, atau mau menenangkan orang sambil berteriak-teriak malah jadi lari terbirit-birit itu orang. Jadi memang butuh belajar jadi pujangga dan ustadz.

Ingat beberapa waktu lalu, yang ramai membicarakan tentang aksi demonstrasi yang terlalu kasar dalam mengucapkan kata-katanya, sampai-sampai pak SBY reaktif terhadap cara mereka meluapkan ketidakpuasan dengan membuat aturan berdemonstrasi. Ya itulah sebuah rangkaian huruf demi huruf, berangkai lagi kata demi kata, sampai pada kalimat demi kalimat yang di ucapkan dengan logat maupun cara penyampaian yang berbeda-beda. Orang solo yang lembut tentu berbeda dengan suroboyo yang menurut orang solo sangat kasar kata-katanya. Memang kata-kata memberikan arti dan pengetahuan yang dapat begitu indah dan sangat tajam yang bisa melukai hati…

Sedang intropeksi untuk indah dalam berkata-kata mirip seorang pujangga,hahaha…

terima kasih buat alarm pengingat hidup

Merenungi Kehidupan


Duduk termenung, itulah sesekali aku lakukan saat lelah telah tiba untuk mengistirahatkan badan ini dari sebuah rutinitas harian. Merenung tentang semua hal mengenai perjalanan hidup yang sampai sekarang telah aku lalui, kadang setiap renungan secepat kilat menyambar hati untuk merasa memohon maaf kepada seseorang hebat yang membimbing semua tulisan perjalanan hidupku, renungah di hati memberikan respon ke mata ini untuk mengeluarkan sedikit air mata yang membuatmata ini berkeling-keling, karena belum bisa memberikan yang terbaik, buat seseorang yang telah membuat diriku menjadi seorang yang baik sampai saat ini, aku belum bisa membayar itu semua. Padahal kalaupun di tanya dia (ibu) pasti tidak akan menutut untuk mengembalikan yang telah semua berikan kepadaku. Itulah salah satu bukti keikhlasan sebagai bentuk ibadah yang sungguh luar biasa besar pada anaknya.

Akhirnya air mata menetes…bukan membuatku jadi seorang pria yang cengeng tak kuat menghadapi setiap tantangan-tantangan hidup. Karena Ini semua aku jadikan sebuah semangat dalam menguak ilalang dan menyingkirkan kerikil tajam yang menghalangi aku melangkah. Ada satu keinginannya yang saat ini dia inginkan dan impikan di saat usia mulai rentah, yang jelas bukan mengembalikan semua tenaga atau harta yang telah di berikan, sebenernya itu tugasku buat mewujudkannya. Dalam hati ingin berteriak keras “Aku ingin mewujudkan keinginannya!!…mimpinya!!!….” aku selalu mensyukuri setiap waktu demi waktu, hari demi hari hari, bulan demi bulan, sampai pada akhir kehidupan ini atas indah dan kusamnya warna ini. Allah tentu punya maksud terhadap setiap warna yang di berikan pada bagi hamba-hambanya, yang warna itu diberikan tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia….Allah tahu kekuatan makhluk ciptaanya.

Itulah kenapa manusia di ciptakan harus punya rasa awarnes pada setiap lingkungan punya akal pikiran dan hati, manusia di ciptakan bukan Cuma takluk pada keadaan gak punya mimpi dan cita-cita, Allah punya keinginan Manusia di ciptakan untuk tunduk pada-NYA dan sebagai khalifah..Rosulullah pun di ciptakan di bumi bukan tanpa sebuah maksud, dia punya impian dan cita-cita untuk menjadikan makhluk di bumi berakhlak mulia, sebuah Hadist Rosulullah“aku sesungguhnya di utus untuk menyempunakan akhlak yang mulia”(HR.Muslim dan Abu Daud)..tentunya aku sebagai manusia harus punya cita-cita dan tujuan apa aku ini hidup…

Thanks for my mom!!
Waktuku buat merenungku telah berakhir untuk kembali ke rutinitas harian…

Rifqi Ahmada
Lagi duduk termenung..

“HILANGNYA RASA MALU”


Berbagai bentuk kasus korupsi para pejabat negeri ini, pelecehan seksual, pencurian, perampokan, dangdut erotis, video mesum pelajar SMA atau tindakan yang menjatuhkan martabat sebagai manusia cukup banyak terjadi di jaman sekarang. Melihat berita-berita di televisi dan membaca di media koran isinya selalu berisi kasus-kasus tersebut. Apa yang salah dengan manusia sekarang? Rasanya manusia sekarang sudah tidak punya urat rasa malu, rasa yang dimiliki oleh sosok manusia yang membedakan sosok makhluk beradab yang bernama manusia dengan prilaku yang liar mirip mahkluk ciptaan tuhan yang bernama hewan, rasa yang membuat manusia takut untuk melakukan tindakan yang mempemalukan diri maupun mempemalukan orang lain.

Korupsi seperti acara penting yang harus di lakukan bahkan dengan model terang-terangan, pelecehan seksual menjadi biasa di jaman yang beradab? terjadi bahkan oleh para pendidik moral bangsa ini, dan video mesum terus saja muncul mirip sebuah sinetron yang dari hari ke hari selalu di buat episodenya. Mana rasa malu kalian sebagai manusia? Ada yang bilang memiliki rasa malu membuat kita tidak percaya diri, tidak gaul, tidak modern, tidak mengikuti mengikuti perkembangan jaman. Manusia perlu membaca ada konteks rasa malu yang patut di pelihara dan ada yang perlu di singkirkan. Dengan memiliki rasa malu seharusnya orang bisa mengerem dan membatasi untuk bertindak mana yang baik dan tidak baik, mana yang buruk dan tidak buruk. Dengan berbagai macam bentuk ketidakjujuran dan kemaksiatan yang lagi mewabah membuktikan rasa malu itu ternyata sudah di kalahkan oleh keserakahan, kesenangan, dan kemaksiatan. Kita tidak lagi malu pada yang menciptakan kita, tidak lagi malu terhadap martabat manusia sebagai manusia yang bermartabat, tidak malu pada hewan, tidak malu pada malaikat, yang menurut tuhan sebagai makhluk yang pantas di hormati oleh iblis dan malaikat. Malah kini senyuman itu ada pada Iblis yang sudah yang tertawa terbahak-bahak pada tingkah pola kemaksiatan

Rambu-rambu agama (Hukum Tuhan) di anggap nyanyian semu, apalagi lagi rambu hukum yang di buat manusia yang sangat mudah bisa di mainkan dan negosiasikan..apakah aku juga harus mengikuti trend budaya manusia modern seperti itu?sayang raga dan jiwa ini masih belum bisa mengikuti cara-cara yang modern itu…

Rifqi Ahmada…saat melihat berita

“BERTUTUR DI ERA DEMOKRASI DENGAN DEMONSTRASI”


Melihat cerita dari manusia yang hebat di negeri ini ternyata sikap sopan, santun, dan beradab telah menjadi warna dalam segala aspek kehidupan, memang itulah negeri ini yang memang hebat. Negeri yang sangat beradab sudah beabad-abad lamanya, negeri yang di katakan santun sudah bertahun-tahun lamanya. Coba lihatlah di secuil bagian negera ini saja, anda akan menemukan sebuah pemahaman bahwa negeri ini memang benar-benar santun dalam sikap dan bertutur. Coba anda mempelajari berbagai warna cara bertutur warga Negara ini, kita buka lembaran yang namanya bahasa jawa tentunya akan berwarna-warni bahasa dari bahasa itu , bagaimana manusia harus bertutur kata, ada bagaimana penggunaan bertutur bahasa dengan manusia seumuran dengan kita sampai cara bertutur pada orang yang lebih tua dari kita dan tentunya terhadap orang yang kita hormati. Sungguh beragam dan indah cara bertutur kata yang sopan, santun dan beradab bahasa jawa.

Sedih sekaligus merasa punya kebanggaan dengan cara manusia bertutur kata akhir-akhir di Negara ini, cerita bertutur ternyata berubah drastis di semua lapisan manusia bangsa ini. Datangnya sebuah konsep demokrasi yang bukan dari beradaban Negara ini, memberikan sebuah sepercik air yang menetes pada sebuah kain yang terus melebar dan melebar sampai pada ujung batas Negara ini. Di konsep yang di bawah oleh demokrasi ternyata ada sebuah kebebasan berpendapat dan berbicara yang menurut sejarah Negara ini sangat langkah, zaman orde baru di Negara mulut dan suara di sumpal dengan rasa ketakutan. bahkan ada cerita dari pemimpin bangsa ini di zaman orde baru yang menunjukkan dan selalu memberi contoh senyuman yang indah sungguh beradab, namun sikap senyuman itu telah menyakiti Negara ini.

Bertutur kata memang hak bagi manusia penghuni Negara ini, ternyata Demokrasi membawah elemen penting dalam Sebuah konsep yang merubah tatanan bertutur bahasa yang sudah cukup lama dan sangat merdu di dengar di Negara ini. Sekarang di Negara ini bertutur kata bisa dengan berteriak, menghujat, membentak-bentak bahkan bertutur kata kotor sebagai ungkapan ketidakpuasan bagi orang tua dan orang yang di hormati. Itulah cara konsep yang di impor dari Negara seberang yang terlalu mentah untuk mereka pahami tapi memaksa menerapkan dengan cepat. Demokrasi dengan demonstrasi selalu di jadikan jalan yang akhir-akhir ini marak terjadi. Selain berteriak dan menghujat sekarang juga bertutur kata dengan menginjak-nginjak gambar wajah manusia negeri ini yang tidak mereka sukai, membakar lukisan wajah manusia negeri ini yang tidak rela kalau di tetap menjadi pemimpin negeri ini, ada juga yang membuat simbol sosok setan, tikus, sampai pada seekor kerbau, dan itulah cara bertutur kata manusia Negara ini sekarang.
Unik dan lucu kalo bukan kita sebagai manusia yang bisa melihat aktivitas mereka, tetapi seandainya gambar wajah yang di bakar, di injak-injak, atau di samakan seperti seekor kerbau atau mirip dengan setan itu adalah kita, apa kita marah???. Memang yang demikian tidak mencerminkan cara bertutur kata Negara ini yang sungguh sangat menjunjung kesantunan bertutur kata apalagi pada orang yang di hormati, tapi yang demikian tetap memberi sebuah pelajaran dan contoh untuk tetap bersikap menerima dan memaafkan untuk memperbaiki diri adalah lebih besar nilai kesantunannya. Ingat cerita Nabi Besar Muhammad yang di ludahi tetapi tidak marah, bahkan saat orang yang meludahi sakit, nabi menjenguk dan mendoakan untuk lekas sembuh, sungguh besar dan mulia pemimpin seperti itu sikap bertuturnya akan memberikan tauladan. Di terima saja cacian dan makian buat bapak pemimpin negeri, itulah akibat sindrom demokrasi dengan pelampiasan ketidakpuasan dengan demonstrasi. Yang paling penting dalam mendengar oceah berikan wujud nyata dan contoh bagi para pemimpin negeri ini bagaimana cara bertutur yang sopan santun dan beadab bukan membalas dengan ketidak santuan.

Rifqi Ahmada
08 Februari 2009
Di Gresik


SEORANG sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya: untuk apa hidup ini? Ada juga orang tua yang sudah benar-benar le…lah mengungsi (kecil mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, tua mengungsi di rumah sakit), dan juga bertanya serupa, buat apa itu semua?


Obor tu menerangi perjalananku, obor yg menyala terang, yg membuat mata kemanusiaanku tdk buta, tergetar oleh keluarbiasaan ALLAH,sehingga aku brgairah memuji-mujiNYA,dan kerasan untuk selalu d dekatNYA

Di namanya yg pertama?


Di namanya yg pertama?q bngung mau ngapain dan kpan saatny memulai, namun pada saat yg terakhr? Bngung jg knpa kmarn2 g ngapa2in..nyesel g dpat pa2 buat tiket ke Surga-MU..jgn bngung, yakin buat langkahkan kaki menuju kebaikan


Aku cuma pemimpi, yang ingin segala sesuatu yg enak-enak ja, coba menjadi pemimpi yg ingin mimpi g enak…pasti akan jd pemimpi yang tau mana yg pantas di impikan..

« Older entries